Pelibatan tiga kelompok sivitas akademika tersebut menunjukkan bahwa penguatan literasi AI tidak semata-mata kebutuhan teknis, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Namun, kemampuan menggunakan AI juga perlu disertai pemahaman mengenai batasan dan tanggung jawab penggunaannya. Ketepatan informasi, integritas akademik, serta kemampuan berpikir kritis tetap merupakan aspek penting agar teknologi AI berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti kapasitas intelektual manusia.
Pelatihan Gemini Academic tersebut diikuti oleh ratusan peserta, berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (30–31 Oktober 2026), bertempat di Aula Arsjad Rasyid, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar. (*)
